Archive for February, 2008

Efek Roti Jatuh ke dalam madu di Belanga

Wednesday, February 27th, 2008

(baca: Efek Hati Jatuh Cinta)

Hmmm.. Cinta ?

Cinta bisa nimbuLin banyak efek bagi tiap individu yang berbeda dengan seribu rasa yang juga berbeda, dengan seribu cara yang pun tak sama, melalui seribu jalan yang juga tak serupa. seribu manusia membahasnya dengan seribu berpangkat entah berapa ribu cerita yang berbeda. dengan Langkah yang mungkin sama, bisa saja menimbulkan efek yang berbeda. bahkan jika mau dicoba dengan waktu, objek, subjek, cara, tempat, alasan, atau apapun yang sama tetap menimbulkan efek yang berbeda. bisa ditemui kemungkinan imbas, efek atau hasil yang sama. tapi ditemukan juga bahwa penyebabnya bisa saja tak sama.

Dari bagian perbagian dalam proses "roti yang jatuh ke dalam madu di belanga" rasa manisnya begitu menyebar, wanginya pun teramat semerbak, jernihnya pun sangat menghanyutkan. kalau pun tak sengaja menemukan lebah yang masih hidup didalamnya yang kemudian tanpa sengaja menyengat dan menimbulkan rasa sakit. biasanya tetap menimbulkan efek yang terkesan indah bila diceritakan.

tau nggak sih?

Cinta bisa bikin seorang junior ce masa smu melihat sosok malaikat tanpa sayap <biar pas, kita sebut malaikat abu-abu putih!> pada diri seorang senior co nya yang galaknya gak ketulungan, dimana temen2nya yang lain menyebutnya sebagai buto ijo saking galaknya tuh senior <okay, biar match kita sebut buto abu-abu putih>. Bahkan mungkin kalau perlu suara bentakannya nan garang tapi merdu <???> itu disave deh di HP buat ringTone <hehe..>.
Cinta juga bisa bikin seseorang lelaki pemberani berdiri didepan rumah seorang perempuan pujaan hati, kemudian mengambil batu bata merah dari rumah tetangga yang lagi bangun rumah terus dibenturkan ke kepala, untuk menimbulkan efek yang lebih megah dari sekedar kata-kata yang sederhana seperti "I Love You" atau "Jadi pacarku dong!" <Ya memang sih efeknya lebih megah dari itu, karena menimbulkan kerusakan permanen pada kulit kepala. untung ajah kepaLa batu! Jadi menang deh Lawan batu bata merah! hehehe…>.
Cinta juga sempet bikin seorang pemuda pemalu begitu sumringah dan senang meradang, cukup hanya dengan melihat ujung pagar rumah seorang bidadari nan cantik tetangganya yang di cat warna abu-abu dan berbentuk seperti keris. dan itu sudah teramat cukup buat mewakili senyum sang bidadari <Padahal masih perlu kita pertanyakan, apakah terdapat korelasi yang pasti antara ujung pagar rumah yang di cat warna abu-abu dengan bentuk mirip keris dengan senyuman seorang bidadari? bisa dibayangin dong, kek mana mukanya tuh bidadari? hihi…>.
Cinta juga bisa bikin dua orang yang berlawanan jenis yang kemudian saling menganggap sahabat atau lebih jauh lagi menganggap saudara bahkan mengangkat saudara, bisa jadi berubah pikiran dan menganggap selama ini ternyata mereka salah dalam mengganggap sebuah hubungan dan akhirnya membuat proklamasi baru dengan merubah status mereka menjadi sepasang kekasih. <Mereka tuh tau gak sih, kalau incest itu dilarang dan dosa? hmm..>.
Cinta juga pernah bikin seorang murid perempuan menuliskan dalam buku catatannya kata-kata seperti, "teacher I’m In Love!!" atau "I miss You mister!!" atau "I hope You are’nt just my teacher!!!" <padahal semua orang tau kalau saat itu bukan pelajaran bahasa inggris?!>.
Cinta juga pernah bikin seseorang nekat buat mengambil sebuah jalan yang gak pernah dibayangin sebelumnya. maksain ketemu di salah satu stasiun besar di pusat kota Jakarta Raya?! padahal ada umi, abi sama ukhti dari tuh perempuan cinta. <ups, ini tanggaL 28 Yah?! hehe…>

Tau juga gak?

Patah Cinta bisa bikin orang minum larutan pembasmi serangga. <karena mungkin dia lupa bahwa larutan itu adalah buat pembasmi serangga, bukan untuk pembasmi sakit hati. lagi pula dalam aturan pakai, tidak disebutkan tentang cara pemakaian pada manusia bukan?!>
Putus Cinta juga pernah bikin orang melakukan hal yang sangat atraktif dan akrobatik dengan mencoba melompat dari gedung setingging sampai 30 lantai atau dari jembatan atau dari gardu listrik. <padahal kita semua tau kalau jembatan itu dibangun bukan sebagai sarana untuk bunuh diri, tetapi untuk menghubungkan dua tempat yang dilewati sungai ditengahnya atau sesuatu yang memisahkan agar mobilitas dapat terlaksana dengan baik. begitu juga gardu listrik yang dibangun buat menyangga kabel-kabel gedhe yang nyalurin listrik ke rumah2 dan fasilitas2, dan gedung2 tinggi juga dibangun bukan buat main-main apalagi sekedar buat lompat-lompatan! satu hal yang mungkin perlu dipahami, orang-orang yang sangat berpengalaman dengan tuh hal-hal yang tinggi pun bakalan sangat menjaga safety atawa keselamatan buat naik-naik ke ketinggian yang kek gituH!>.
Ditinggalkan cinta juga bisa bikin seseorang merana, kemudian berinisiatif untuk memanfaatkan seutas tali jemuran yang biasa dipakai si mboknya untuk menjembreng kolor belel dan oblong buluk yang telah bertemu air dan sabun meski tidak menimbulkan hasil yang berarti, dimanfaatkan untuk mengikat lehernya sendiri sambil mengikatkan ujung lainnya ke sesuatu yang letaknya lebih tinggi. dan sebelumnya ditinggalkan secarik kertas dengan tuLisan. "Minem, karena minem tetep mutusin buat kawin sama bandot tua ituH, lebih baik Paijo pergi untuk selamanya pake tali inih. paijo tau, minem gak salah, orang tua minem yang
maksain. aku berharap cinta minem cuma buat paijo." <Lah kalo mati ginih, terus gimana mau tau perkembangan minem apakah dia masih ngejaga cintanya atau enggak?. Lagipula paijo gak pernah tau, kalau sehari setelah kematiannya ternyata ada tetangga yang baru pindahan dari kota yang punya anak perempuan cantik, jomblo dan periang yang namanya angeL. "coba kamu gak mati, Jo !!">

Gimana dengan cemburu, atau khawatir yang berlebih, atau ketakutan akan  kehilangan?

Cemburu, pernah bikin grup musik Dewa bilang, "aku takkan peduli siapa yang berani mendekati kamu, akan ku bunuh!" <kalau hal ini terjadi, bisa tuh disebut pembunuhan berencana, kena deh pasal 388..>.
Khawatir yang berlebihan juga ternyata bisa bikin seseorang merasa terkekang, gak bisa nafas, gak punya waktu buat diri sendiri, bahkan dikejar kewajiban absen!? <maafin aku Yah!!!>. Padahal apa yang ada difikiran orang yang mengkhawatirkan
bukan seperti itu. Peduli yang berlebih ternyata juga bisa jadi dianggap sebagai rasa tidak percaya. Meminta untuk menghindari hal-hal yang mengkhawatirkan juga ternyata bisa dianggap merubah cara hidup?! <Hmm.. maafin juga buat semua itu!
>.

Betapa eFek dari "roti yang sengaja ataupun tidak sengaja jatuh ke dalam madu di belanga" begitu beraneka dari yang biasa sampai begitu atraktif dan berlebihan, bahkan mencintai bisa bereFek menyakiti?!..

Hmmm… PadahaL, kalau kita <terutama gw> mau menyadari. masih banyak hal yang bisa kita arahkan ke tempat dan tujuan yang lebih baik dari semua efek2 yang disebutkan tadi. Sepertinya ada sesuatu yang terlalu mengarahkan kita kepada suatu efek yang mungkin terkesan berlebihan. membuat kita banyak lupa akan hal yang lebih hakiki dari semua rasa cinta, cemburu, khawatir, ketakutan akan kehilangan.

Seringkali semua hal-hal tersebut bikin kita Lupa akan adanya satu Dzat yang lebih berkuasa akan segala sesuatu. Dzat yang lebih berhak untuk dicintai, karena cinta yang dimilikiNya yang berlimpah. Dzat yang lebih berhak untuk cemburu, karena kita seringkali mangkir dan lupa, bahkan untuk sekedar miscall atau sms. Dzat yang lebih perlu untuk kita khawatirkan kalau-kalau Dia lupa akan keberadaan kita, lalu kita tiba-tiba diletakkan disuatu antah brantah tanpa kendali?!. Dzat yang kita teramat
takut untuk kehilangan, kehilangan rahmatNYa, kasih sayangNYa,RidhoNYa,atau IdzinNYa akan sesuatu yang kita harapkan. Jadi sebenarnya, yang kudu kita lakuin adalah, bagaimana cara membuat "roti yang jatuh ke dalam madu di belanga" itu
dilakukan karenaNYa?! berharap agar rasa cinta kita tetap dalam penjagaanNYa sampai pada harapan yang sempurna menuju RidhoNya. berharap agar Cemburu yang kita miliki, tidak sampai membuatNYa jadi cemburu kepada kita. Kekhawatiran dan
ketakutan kita akan rasa kehilangan kita juga serahkan saja padaNYa, kalau memang seseorang itu adalah yang terbaik menurutNYa, pasti tak akan kemana-mana..

Hmm… seandainya saja semua itu begitu mudah untuk dipahami, dimengerti dan dijalankan?! Ya Rabb, mohon petunjukMu buat belajar semua itu…

"Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup untuk memikulnya. Dan berilah maaf kepada kami."               
                                                                 {Al-Baqarah: 286}