“Masa LaLu” sebuah testiMoni
Kenangan itu:
“Kek manisan
empedu yang secara sengaja atau enggak kesimpen di lemari es otak kita. Rasa
Pahit sama Manisnya kecampur. Ga ngerti juga, apakah empedu yang coba dibuat
manis, atau gula yang coba dibuat pahit?”
Saudara gw
(mr “T”) pernah nanya hal simple yang serupa kek gw tulis diatas. “Kenapa yah,
kenangan itu terkadang pahit, tapi kita ngerasa manis buat ngingetnya, atau
kadang juga kenangan manis itu, jadi terasa pahit kalau diinget?”
Gw pengen
nulis ini udah Lama sebenernya, tapi baru terlaksananya sekarang ajah. Dan
sebenernya sama sekali bukan gw mencoba mengaitkan tulisan ini dengan Tahun
baru 2008 yang baru aja dimasuki pintunya. Karena actually gw bukan pemuja
pergantian tahun sebagai sebuah moment penting, kecuali sebagai sebuah pengulangan
angka yang berputar di hidup manusia. Sama aja seperti ketika setelah tanggal
28 or 29 or 30 or 31 bisa dipastikan kita ketemu angka 1 lagi. Seperti juga
setelah Desember, ketemu januari. Penambahan angka tahun yang berarti
berkurangnya hak yang manusia miliki. Dan berkaitan dengan tulisan ini, angka
31 pada tiap akhir bulan adalah masalalu bagi angka satu pada awal bulan
selanjutnya, yang setiap pengulangan tersebut terakumulasi sebagai masa lalu
bagi tahun berikutnya. Seperti deret angka yang satu bagian sebelumnya adalah
masalalu bagi angka dibagian selanjutnya. Angka 2 adalah masa lalu angka 4.
angka 4 ini yang berada setelah angka 2 merupakan masa depan yang bisa ditempuh
dengan melalui jalur dua angka 2 yang
dijumlahkan, meski mungkin angka 4 yang lainnya bisa terbentuk dari masa lalu
dari empat angka 1 yang bergabung. Atau satu angka 4 yang berdiri sendiri.
Masa Lalu
bagi seseorang, adalah sesuatu yang dibawa dalam hidupnya. Kita seperti
sekarang ini tidak dapat terlepas dari waktu-waktu yang sudah dilewati pada
masa sebelumnya. Para Freudian bilang, perilaku seseorang itu adalah hasil dari
apa yang diterimanya dari masa lalu. Seperti juga dikatakan dalam teori tabula
rasa, jiwa itu adalah kertas putiH, yang nantinya diisi dengan coretan2. coretan2
ini lah yang kemudian disebut masa lalu.
Kalau kita Sekolah SD sampai perguruan tinggi dimana? Lahir dimana dan kapan? Pengalaman organisasi,
mu berbicara tentang masa lalu, lebih simpelnya ketika kita melihat sebuah
daftar riwayat hidup atau curriculum vitae yang biasa dipakai untuk melamar
pekerjaan. CV itu juga merupakan rangkuman dari masalalu seseorang.
pengalaman bekerja. Sampai2 ketika gw sendiri ngebaca CV gw, gw jadi menyadari
sesuatu. Jadi ini coretan2 yang dimaksud dari tabula rasa. Kita yang memilih
melakukan sesuatu, atau orang lain memilihkan kita untuk melakukan sesuatu. Dan
hasil akhirnya adalah masa lalu yang kita sebutkan ketika kita berdiri di
langkah selanjutnya.
Berikut ini
gw rangkumin beberapa testi dari temen2 dan sodara gw yang nyempetin waktu buat
berkomentar tentang masa lalu :
NengLinaku
“Yang pasti,
masa lalu aku, ga ngaruhin perasaan aku yang sekarang, karena emang udah
berubah n ga perlu balik lagi. Kalau namanya udah masa lalu, berarti emang udah
berlalu perasaannya.”
TeH Ochi
“mencermati masa Lalu akan membuat setiap
manusia memahami, bahwa sebenar-benarnya mencintai adalah dengan iLmu. Orang2
akan datang dan pergi dalam hidup kita. Rasa kehilangan akan datang silih
berganti. Dengan iLmu, kita bisa mengendalikan hati untuk tulus menerima
takdirNya, seburuk apapun itu. Semua tak lain adalah proses yang kita jalani
untuk menjadi lebih dewasa dan bijaksana.”
Ei
Nendissa
“Masa Lalu..?? I think it waZ Time wHen Learn
2 b as I aM noW… Ribet Ya ?? Gw aja ga ngerti ¿? Hehehe…”
iTho
“masa Lalu itu
indah walaupun ada aja masa lalu yang buruk, ya itulah masa lalu yang ada
sebagian engga bisa gw lupa. Tapi itu semua dah berlalu dan itu engga akan bisa
terulang lagi, yang bisa hanya dikenang aja.”
Citrasymi
“Masa lalu itu bagian yang menentukan hari ini
n’ esok, awal dari kehidupan, bagian yang membentuk diri kita hari ini n’ esok
hari, dan masa lalu adalah kenangan n’ pelajaran hidup. Hehehe.. kebanyakan.”
AlFin
“masa lalu tuh sebuah pembelajaran sampai gw
seperti sekarang ini dan dibawa untuk menuju masa depan yang lebih baik. Disana
terdapat kenangan yang nggak ada tapi ada. Hampa tapi berwujud. Dikejar tak
didapat, didapat tak tersimpan dan tersimpan tapi tak tertangkap.”
(sepupu gw
yang satu ini berusaha keras untuk mencoba berfilsafat dan berkata2 indah.
Meski pada akhirnya dia dengan polos dan jujur mengakui bahwa dia sebenernya
tidak tau apa yang dia bilang?! Tapi gw tau kok apa yang lo maksud, terlebih
lagi apa yang lo rasain bro!! Ngngng…)
Widia na
Akim
“masa lalu
adalah kenangan yang bisa dijadiin pengalaman yang paling berharga, bisa
dijadiin pembelajaran juga bwt d masa depan, tapi masa lalu g boleh d Lupain
justru hrs dikenang, biar kehidupan masa lalu yang emang pait g keulang d masa
depan…. Jadi biar kehidupan masa depan lebih baik daripada masa lalu.. yang
masa Lalu biar jadi kenangan yang berharga aja & cukup buat dikenang aja
jangan diulang.”
Icha
“
Om iYan jeleeeekz…… !!!”
(Lah, ini Om iYan tauuuk!? Hehe…)
testi tentang masa lalu kok malah jadi ajang buat mempublikasikan kejelekan gw?
Ichaaaaa…. Kamu bakalan susah buat nemuin oM seBaik
Hakim
MauL
“Masa yang sudah lewat ga bisa diulang,, masa
lalu ada yang sifatnya indah sangat berkesan bagi gw, ada juga yang bersifat buruk,
bagi gw masa lalu adalah pelajaran berharga karena berbagai pengalaman baik dan
buruk telah gw alami, kalau yang buruk akan gw perbaiki dimasa yang akan
datang.”
Ardani
“ Ga tau,
males ah, gw gak mau nulis…”
(???)
(maapin ponakan gw yang satu ini yaH!!!)
Dayat
tukang Komputer
“ Masa Lalu
??? Haaah, CuMen”
(CuMen tuh
kata2 khas daYat yang maksudnya adalah singkatan Lucu Nemen, yang artinya Lucu
Banget… untuk menunjukan ekspresi ga nerima atau “apasih maksudnya?”. Kira2
gituH, kalo masih bingung Tanya dayat aja deh, tuh orangnya ada..)
RagiL
Hamdani bumiaYu
“angger ora wis biasa sedina2 bae..”
ngomong tentang masa lalu kayong awake pada pegel2. dadi masa lalu tah
(artinya,
“kalo gak ngomongin masa lalu tuh sepertinya badan pada pegel2. jadi masa lalu
tuh udah biasa sehari-hari ajaH…” testi yang aneH?!)
Maz JamaL
Komentar
abang gw yang satu ini tentang Masa Lalu sangat simple :
“
Wis Rampung, Gari Madep
Ngarep!!!…”
(artinya :
“Sudah selesai, tinggal menghadap ke Depan!!!…”)
Buat setiap
orang, masalalu tuh mempunyai arti dan makna tersendiri, demikian juga cara dan
pandangan untuk menyikapinya. Masa Lalu bisa dilihat dari apa yang akhirnya
jadi melekat di diri kita, bisa juga buat mengukur seberapa banyak waktu,
tenaga, fikiran dan perasaan udah kita habiskan. Waktu kita semakin habis dalam
proses mengguratkan coretan2 masa lalu itu. Seperti yang Mungkin mas jamal
begitu simple sebutkan tentang masa lalu, ingin menyampaikan pesan bahwa, waktu
kita sebagai manusia kedepan itu berarti semakin sedikit dan berkurang, jadi
gak perlu berkutat dengan masa lalu, tapi bagaimana melangkah ke depan yang
utama. Beberapa testi bilang tentang adanya belajar, pengaruh dan ga pengaruh,
perlu disimpan dan ga perlu disimpan, baik dan buruk, berharga dan harus
dibawa. Sepertinya begitu kompleks masalalu buat tiap individu. Yang jelas
masalalu manusia pastinya nggak seperti cicak yang hanya berkejar-kejaran di
dinding tau-tau tua. Tiba-tiba datang seekor nyamuk, haPP !!! Lalu
ditangkap..?! Atau se-standar bunga matahari yang kerjaannya Cuma mengikuti gerak
matahari. Atau se-simple anak kucing yang berputar-putar dan berguling2
memburu, tapi tak pernah dapat menangkap ekornya sendiri.
Kalau buat
gw sendiri, masa lalu itu adalah setiap tarikan nafas sebelum hembusan nafas
dan setiap hembusan nafas sebelum tarikan nafas.
Yang perlu
disikapi adalah dengan apa dan bagaimana kita sampai pada serta melanjutkan
hembusan atau tarikan nafas berikutnya.
Karena
sebenarnya :
“Demi masa,
sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi”
January 20th, 2008 at 5:04 pm
Salut buat Kk yang tulisan-tulisannya selalu bikin saya “merinding” (tebak sendiri maknanya apa :p). Sebenernya apa yang saya tulis di atas itu baru sebatas “saya tahu”, bukan “saya pahami dan amalkan”. Mencintai dengan ilmu? Wuhuuu… kalo saya udah paham bener apa yang saya tulis di atas, sekarang saya fine-fine aja dalam kesendirian saya. Tapi nyatanya???
Well, Sang Masa Lalu kembali mengetuk pintu. Akankah saya bukakan? Entahlah K’! ^.^