Sifat Bidadari SurGa

I.

Ia adalah cerahnya Fajar
yang tenang namun riang

Diciptakan dari setiap sesuatu yang istimewa

+Apakah kau tahu, sang peminang mendengarkannya,

Duhai kekasih, tidaklah aku lebih suka kepada selainnya.+

"Jangan sekali-kali kamu menyerupai
orang yang bersungguh-sungguh mendapatkannya,
Melamar diriku namun penuh kelalaian."

Sehingga orang-orang akan mengejeknya

"Perbaikilah (dirimu)."

+Duhai andai ditolak darinya
Ketika piala itu diterbangkan bergilir

Lalu berakhir ketika hajatnya selesai
Setelah lari tak terkendali.+

"Sesungguhnya yang melamar diriku
adalah orang yang berusaha terus-menerus."

.{Dari abu Ubaid/Khotib Basrah, ketika menyeru kaum muda untuk berjihad dan mati syahid}.

II.

Jika rembulan telah sempurna di malam hari,
kau lihat ia memiliki keistimewaan yang jelas dari rembulan itu.

Senyumnya menyibak gigi yang indah,
laksana mutiara yang terpendam di kedalaman samudera.

Andai alas kaki yang dipakai menginjak kerikil,
niscaya akan tumbuh bunga daripadanya.

Kau bisa mengikat pinggangnya,
yang laksana dahan raihan berdaun hijau lebat.

Kalau saja ludahnya yang manis itu jatuh ke laut,
niscaya air laut itu menjadi minuman yang baik bagi penduduk darat.

"4jj1 menginginkan kematianku dalam kerinduan padanya,
dengan begadangnya mata untuk meraih kebaikan hidup sesuadah mati."

{Lanjutan dari abu uBaid, ketika uMmu iBrahim aL-Bashriyah menginginkan anaknya ibrahim ikut berjihad agar beristrikan bidadari surga}

_dari Buku; Malam Pertama di Alam Kubur / AQWAM_

Leave a Reply