Archive for December, 2007

Pinangan IbraHim

Thursday, December 27th, 2007

Ummu ibrahim setelah mendengar sifat Bidadari Surga yang disebutkan Abu Ubaid. Beliau menyampaikan :

"Wahai abu Ubaid, demi 4jj1 aku telah ridha dengan bidadari itu sebagai pendamping ibrahim. Apakah engkau mau meikahkan mereka sekarang juga, dengan mengambil dariku sepuluh dinar sebagai maharnya? Semoga 4jj1 menjadikannya pahlawan yang mati syahid, sehingga mampu memberi syafaat bagiku dan bapaknya di hari kiamat."

Abu Ubaid berkata :

"Baiklah, aku bersedia. Semoga kalian berdua mendapat keberuntungan yang besar."

Kemudian Ummu ibrahim memanggil anaknya, hingga sang anak bersedia. Ummu ibrahim bertanya pada anaknya :

"Wahai anakku, apakah engkau rela dengan bidadari (yang sifatnya disebutkan tadi) sebagai istrimu, dengan jantungmu yang kau korbankan di jalan 4jj1 sebagai maharnya?"

ibrahim menjawab :

"baiklah ibu, aku bersedia."

Setelah memberikan sepuluh ribu dinar, Ummu Ibrahim berdoa menengadah ke langit:

"Ya 4jj1, saksikanlah, bahwa aku menikahkan anakku dengan bidadari. Sebagai maharnya, ia akan mengorbankan jantungnya dalam perang di jalanMu. Maka terimalah ini Wahai Dzat Yang Paling Mengasihi."

Lalu Abu Ubaid berkata :

"Sepuluh ribu dinar ini adalah mahar bagi bidadari itu. Berbekallah dengannya dalam berperang di jalan 4jj1."

Ketika hendak berpisah dengan anaknya, Ummu ibrahim mengalungkan kain kafan dan memberikan minyak (yang biasa ditaburkan ke tubuh mayat) kepada anaknya. Ia menatap anaknya, seolah jantungnya membuncah keluar dari dada. Ummu ibrahim berpesan :

"Kalau kamu bertemu dengan musuh, pakailah kain kafan ini dan taburkan minyak ini ke tubuhmu. Jangan sampai 4jj1 melihatmu lalai di Jalan Nya."

"Pergilah anakku. 4jj1 tak akan lagi mempertemukanku denganmu, kecuali kelak di hadapan Nya pada hari kiamat,"

Hingga akhirnya ibrahim gugur sebagai syahid dalam peperangan.

Ketika pasukan abu ubaid kembali ke Basrah. Ummu ibrahim menemuinya dan bertanya :

"Wahai abu Ubaid, apakah 4jj1 menerima hadiahku, sehingga aku bahagia, atau Ia mengembalikannya, sehingga aku kecewa?"

Ia menjawab "

"4jj1 telah menerima hadiahmu. Aku berdoa semoga sekarang anakmu bersama para syuhada’ yang dirahmati."

Ummu ibrahim bersyukur :

" Segala puji  bagi 4jj1 yang mengabulkan keinginanku dan menerima ibadahku."

Keesokan harinya Ummu ibrahim kembali menemui Abu ubaid untuk menumpahkan kegembiraannya. Ia berkata :

"Semalam aku melihat anakku telah berada di taman yang indah. Di atasnya ada kubah hijau. Ia berbaring diatas kasur yang terbuat dari mutiara. Di atas kepalanya ada mahkota yang berkilauan. Ia berkata padaku, ‘Wahai ibu, bergembiralah. Maharku telah diterima, dan pengantinpun telah bersanding."

_Dari buku; Malam Pertama di alam Kubur / AQWAM_

Sifat Bidadari SurGa

Thursday, December 27th, 2007

I.

Ia adalah cerahnya Fajar
yang tenang namun riang

Diciptakan dari setiap sesuatu yang istimewa

+Apakah kau tahu, sang peminang mendengarkannya,

Duhai kekasih, tidaklah aku lebih suka kepada selainnya.+

"Jangan sekali-kali kamu menyerupai
orang yang bersungguh-sungguh mendapatkannya,
Melamar diriku namun penuh kelalaian."

Sehingga orang-orang akan mengejeknya

"Perbaikilah (dirimu)."

+Duhai andai ditolak darinya
Ketika piala itu diterbangkan bergilir

Lalu berakhir ketika hajatnya selesai
Setelah lari tak terkendali.+

"Sesungguhnya yang melamar diriku
adalah orang yang berusaha terus-menerus."

.{Dari abu Ubaid/Khotib Basrah, ketika menyeru kaum muda untuk berjihad dan mati syahid}.

II.

Jika rembulan telah sempurna di malam hari,
kau lihat ia memiliki keistimewaan yang jelas dari rembulan itu.

Senyumnya menyibak gigi yang indah,
laksana mutiara yang terpendam di kedalaman samudera.

Andai alas kaki yang dipakai menginjak kerikil,
niscaya akan tumbuh bunga daripadanya.

Kau bisa mengikat pinggangnya,
yang laksana dahan raihan berdaun hijau lebat.

Kalau saja ludahnya yang manis itu jatuh ke laut,
niscaya air laut itu menjadi minuman yang baik bagi penduduk darat.

"4jj1 menginginkan kematianku dalam kerinduan padanya,
dengan begadangnya mata untuk meraih kebaikan hidup sesuadah mati."

{Lanjutan dari abu uBaid, ketika uMmu iBrahim aL-Bashriyah menginginkan anaknya ibrahim ikut berjihad agar beristrikan bidadari surga}

_dari Buku; Malam Pertama di Alam Kubur / AQWAM_